5 Game Android Jadul Masih Seru di 2019

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak game yang di buat. Tidak hanya untuk game PC saja. Namun, bukan berarti game – game jadul kalah dalam hal tersebut. Sampai sekarang ini. Masih banyak sekali game jadul yang masih dimainkan karena gameplaynya yang tergolong simple dan menyenangkan. 5 Game Android Jadul Masih Seru di 2019.
Banyak sekali game – game Mobile seperti game Android yang dikembangkan. Pengembangan game tersebut bertujuan untuk memberikan sesuatu yang lebih baru dan fresh kepada para pemainnya. Nah, jika kalian tertarik dengan hal tersebut. Berikut adalah 5 Game Android Jadul Masih Seru di 2019.

1. Minion Rush: Despicable Me Official Game

Sejak pertama kali perilisannya di Android, Minion kecil ini terus saja berlari dari entah apa yang mengejarnya. Ya Minion Rush : Despicable Me, Game ini merupakan salah satu game yang sampai saat ini masih dimainkan. Uniknya lagi, game ini sampai sekarang masih diberikan update yang membuatnya makin asik dimainkan. Game ini telah di download oleh sekitar 900 juta orang di seluruh dunia sampai sekarang.

2. Angry Birds

Siapa yang masih ingat permainan dengan tema Animal Abuse ini. Angry Bird, yang menggunakan burung sebagai amunisi ketapel untuk dilemparkan kepada babi – babi kecil lucu ini menjadi salah satu game yang sangat populer pada masanya. Berapa banyak level yang masih sanggup kalian lewati dari game ini?

3. Temple Run

Nah, salah satu game endless yang juga sering dimainkan dari dulunya. Game android ini paling sering dimainkan dulunya. Di dalam game tersebut, pemain harus berlari dari rintangan yang diberikan, dan melarikan diri dari kejaran monster yang mengejarmu, karena kamu telah mencuri “cursed idol” yang berada di dalam kuil tersebut. Padahal secara logika, kamu tinggal membuang cursed idol tersebut dan kamu tidak perlu berlari lagi. Namun entahlah logic di dalam game tersebut, tapi game ini cukup mengasikkan dan sangat addiktif.

4. Plant vs Zombie

Plant Vs Zombies, Game legends yang pertama kali di keluarkan di PC ini sanggup meraih kesuksesan di Mobile terutama di Android dan iOS device. game bertemakan tower defense ini, sampai sekarang masih di mainkan oleh para pemain game android karena gameplay nya yang simple dan addiktif. Walaupun memiliki versi ke 2 nya, game PvZ yang pertama masih sanggup menarik hati para pemainnya sampai sekarang.

5. Fruit Ninja

Berjam – jam pernah dihabiskan untuk game memotong buah yang satu ini. Berapa banyak diantara kalian yang pernah duduk, berjuang mendapatkan high score, memotong buah yang pada akhirnya berubah menjadi bomb yang membunuh kalian. Ya, Fruit Ninja adalah salah satu game jadul yang sampai sekarang ini masih dimainkan dan pernah sukses menjadi salah satu game yang cukup populer pada masanya.

Nah, itulah beberapa Game Android Jadul yang sampai sekarang ini masih dimainkan oleh orang – orang. Bagaimana menurut kalian dengan daftar diatas. Game apa saja yang masih kalian mainkan sampai sekarang? .

 

5 TOP KILLER di Piala Presiden Esports 2019

Piala Presiden Esports 2019 memang sudah berlalu dengan menobatkan ONIC Esports sebagai juaranya. Di balik itu semua, perjalanan sampai ke grand final berjalan sangat panjang. Mulai dari kualifikasi di 8 regional yang diadakan di seluruh Indonesia sampai kualifikasi nasional yang akhirnya tersisa 16 tim yang saling bertarung di main event. 5 TOP KILLER di Piala Presiden Esports 2019.

Tentunya di antara pertarungan antar 16 tim, kita semua penasaran siapakah pemain yang paling banyak mendapat kill terbanyak selama Piala Presiden Esports 2019 berlangsung. Berdasarkan Kincir yang juga merangkum jalannya Piala Presiden bahkan ada pemain yang bahkan mencapai total 100 kill. Berikut 5 TOP KILLER di Piala Presiden Esports 2019 selama jalannya:

1. Kido (Louvre Juggernaut)

Di posisi pertama ada Kido, pemain Louvre Juggernaut yang berhasil menjadi pemain yang mendapat kill terbanyak selama jalannya turnamen. Total 117 kill ia dapatkan selama jalannya turnamen. Meski harus puas berada di peringkat kedua saat turnamen, namun kemampuan agresif saat memainkan Gusion menjadikan ia sebagai pemain yang mendapat kill terbanyak selama turnamen.
Ia terlihat sangat sering memainkan Gusion selama turnamen dan sangat sering berhasil mendapatkan lebih dari 10 kill saat memainkan hero tersebut. Selain Gusion, ia juga memainkan Lunox dan Kimmy selama turnamen berlangsung.

2. Celiboy (Team Capcorn)

Di peringkat kedua, secara mengejutkan Celiboy yang juga pemain Team Capcorn sukses menjadi pemain dengan kill terbanyak selama turnamen. Ia berhasil mengumpulkan 112 kill selama turnamen. Meski harus terhenti saat 8 besar melawan ONIC Esports. Namun selama jalannya turnamen permainannya yang sangat agresif membuat ia cukup sering meraih 10 kill lebih dalam satu pertandingan.
Memainkan hero-hero seperti Lancelot, Kimmy, dan Lunox membuat ia berhasil mendapat kill yang sangat banyak. Tercatat saat melawan Nazone Gaming Team, ia berhasil mendapat 18 kill berkat permainannya saat memainkan Lunox.

3. AyamJAGO (PSG.RRQ)

AyamJAGO menjadi kunci penting raihan juara RRQ di MPL Season 2. Meski telah berubah nama menjadi PSG.RRQ, ia masih mengandalkan kemampuan bisa memainkan berbagai hero terutama saat turnamen. PSG.RRQ harus puas berada di peringkat ketiga usai dikalahkan ONIC Esports di semifinal dan akhirnya berhasil meraih kemenangan saat melawan EVOS di perebutan tempat ketiga.
Sama seperti Trust, ia sama-sama meraih total 76 kill selama jalannya turnamen. Selain memainkan hero-hero terkini seperti Lunox, Kimmy, dan Gusion. Ia sempat memainkan Diggie sebagai hero core walau tidak berhasil saat melawan Louvre Juggernaut.

4. Trust (Aerowolf Roxy)

Trust memang merupakan nama baru di kancah Mobile Legends Indonesia. Namun bergabungnya dia ke Aerowolf Roxy, salah satu tim raksasa Mobile Legends di Indonesia membuat namanya mulai terlihat.
Meski harus tersingkir terlebih dahulu di turnamen usai dikalahkan Humble Team di 16 besar namun ia meraih kill yang cukup banyak sepanjang turnamen dengan raihan 76 kill.

5. SaSa (ONIC Esports)

Tim yang sukses meraih juara di Piala Presiden Esports 2019, ONIC Esports mengirimkan perwakilannya yaitu SaSa sebagai pemain dengan kill terbanyak selama turnamen berlangsung. Raihan tersebut terbilang wajar mengingat mereka tim yang bermain paling banyak selain Louvre selama turnamen berlangsung.
SaSa berhasil meraih 75 kill selama jalannya turnamen. Ia memainkan berbagai hero yang cukup beragam seperti Helcurt, Kimmy, Lunox, Leomord dan Hanzo selama jalannya turnamen.

Nah itu tadi kelima pemain yang mendapatkan kill terbanyak selama jalannya main event Piala Presiden Esports. Akankah kita bisa melihat di antara 5 pemain tersebut kembali di turnamen-turnamen besar Mobile Legends untuk yang akan datang?

 

4 Perbedaan Apex dengan Game Lain

Apex Legends menggebrak dunia game bergenre battle royale. Selain gratis, game besutan Respawn Entertainment ini juga memiliki konsep permainan yang unik serta kualitas visual yang lebih kaya. Karena perbedaan tersebut. Memungkinkan Apex Legends berhasil menggaet 25 juta pemain dalam waktu seminggu saja. Dilansir dari laman Polygon, berikut 4 Perbedaan Apex dengan Game Lain.

1. Sistem Ping

Sistem Ping
Sistem Ping

Fitur yang terdapat di Apex Legends ini memungkinkan pengguna membagikan banyak informasi kepada rekan tim dengan satu tombol saja. Fitur ini bekerja dengan menyorot objek yang ingin di ping dan karakter, sehingga dapat melihat musuh, supply atau area looting. 4 Perbedaan Apex dengan Game Lain.
Sistem ini juga dapat mengetahui adanya musuh. Jika di game battle royale lain Anda harus menggunakan mic, di Apex Legends anda cukup menyoroti posisi musuh dan menandai area tersebut untuk seluruh tim saja.
Hal tersebut sangat menarik, karena di sini dapat terlihat respon karakter saat mengatur ping rekan satu timnya. Selain itu, lokasi ping juga akan muncul di peta, sehingga terlihat oleh pemain lain.

2. Dialog

Dialog
Dialog

Dalam permainan Apex Legends, informasi akan ditampilkan ke seluruh tim dengan dialog kontekstual, sehingga pemain tanpa mikrofon juga dapat berkomunikasi secara efektif dengan tim.
Dialog kontekstual ini juga berguna di setiap babak permainan. Nantinya karakter dapat berdiskusi untuk memberitahu apakah tim berada dalam bahaya. Dengan begitu, tim menghemat banyak waktu karena dapat dikomunikasikan dengan cepat dan efisien melalui dialog tersebut.

3. Jumpmaster

Jumpmaster
Jumpmaster

Jika di game battle royale lain pemain harus menandakan titik untuk mendarat dengan berdiskusi, Apex Legends memudahkan pemain dengan fitur Jumpmaster-nya.
Nantinya, pemain akan ditempatkan secara acak sebelum memilih karakter. Kemudian orang ketiga di barisan akan berperan menjadi jumpmaster. Pemain itu bertanggungjawab untuk memilih di mana seluruh tim mereka mendarat, dan letak penerjunannya akan diikuti dua pemain lainnya.
Selain itu, pemain juga memiliki opsi untuk melepaskan diri dan mendarat di mana pun mereka mau. Jumpmaster juga tidak memerlukan segala jenis obrolan suara atau ketikan.

4. Color Coding

Color Coding
Color Coding

Color coding atau kode warna menjadi perbedaan Apex Legends dibanding game lainnya. Nantinya, setiap senjata memiliki warna yang sama dengan amunisi yang ditembakkan. Misalnya, shotgun berwarna merah menjadi amunisi untuk senapan saat ditembakkan. Dengan begitu, pemain tidak perlu mengingat lagi senjata mana yang menggunakan amunisi saat bermain.