5 Cara Sadis Developer untuk Menghukum Para Cheater

Memainkan game online terutama game kompetitif dengan adanya gangguan berkat salah satu player bermain curang tentu akan bisa merusak segalanya. Kerja kerasmu berasa tak setimpal demi melawan player curang atau bahasa kerennya “cheater” tersebut. Banyak developer yang lakukan penanggulangan untuknya. Namun bagaimana jika mereka juga melakukannya untuk game offline?. Berikut kami telah rangkumkan cara sadis para developer untuk menghukum para cheater. 5 Cara Sadis Developer untuk Menghukum Para Cheater.

Cheater terbagi atas 2 kategori:

  • Main curang dengan cara memanipulasi, memanfaatkan bug dan glitch dalam permainan.
  • Menggunakan kode cheat atau software pihak ketiga atau membuatnya.

Mengunakkan cheat di game single player mungkin tak terlalu membuat masalah karena orang lain tak terkena imbasnya. Untuk game multiplayer atau online? Ok … ini yang membuat emosi. Kita temui cheater di game manapun dan kapanpun. Dan developer pastinya akan bertindak dan membasmi para cheater ini dengan cara mereka masing-masing. Beberapa hanya akan berikan hukuman simple seperti terkena banned dari game tersebut. Namun beberapa developer punya cara yang lebih sadis lagi untuk menghukum para perusak kesenangan orang lain ini. 5 Cara Sadis Developer untuk Menghukum Para Cheater.

5. Heretic – Langsung Mati

Meskipun menggunakan engine yang sama dengan seri Doom, namun bukan berarti game buatan Raven Software ini akan miliki kode cheat yang miliki efek yang sama. Jika di seri Doom kamu bisa memasukkan kode IDDQD untuk masuk dalam God Mode alias kebal. Maka di Heretic alih-alih kebal, kamu justru langsung mati. Menjelang kematianmu, developer sematkan tulisan “Trying to cheat eh? Now you die!”. Sebuah sarkasme sekaligus paksaan untukmu agar memainkan gamenya tanpa cheat.

4. RuneScape – Diadili Kemudian Dibanned (Hingga Permanen)

Banyak sekali game online di luar sana yang akan melakukan apapun untuk membasmi cheaternya. Jika GuildWars akan berimu eksekusi publik. Maka RuneScape akan mengadili karakter cheater di sebuah pulau bernama Botany Bay. Karakter yang melakukan bot akan diberikan peringatan dua kali dengan tangan naga yang muncul di atas kepala mereka. Jika mereka tak mengindahkannya hingga yang kedua kalinya maka karakternya akan diambil menggunakan tangan naga tersebut ke Botany Bay. Mereka akan diadili di depan banyak orang dan dilempari oleh batu sebelum akhirnya mati dan akun mereka dibanned. Melanggar peraturannya tiga kali akan berimu sangsi banned permanen.

3. The Witcher 3 – Tidak, Kamu Tak Bisa Farming Sapi Lagi

Eksploitasi bug di sebuah video game merupakan hal yang wajar terjadi. Hal ini sangat mengganggu jika kamu memainkan game online, namun tidak untuk game offline. Tak sedikit developer yang langsung mengupdatenya setelah player menemukan eksploitasi tersebut. Namun CD Projekt Red rupanya punya cara lain. Alih-alih memperbaiki bug sapi yang akan respawn setiap satu jam setelah kamu membunuhnya dan melakukan rest. CD Projekt justru berikan kejutan yakni sebuah monster bernama Chort yang akan memburumu jika kamu berusaha mengeksploitasinya. Bisakah kamu mengalahkannya?

2. GTA V Online – Denda Milyaran Rupiah Bagi Pembuat Cheat

Tak ada pemandangan yang lebih memuaskan selain melihat pembuat cheat game online merasakan ganjarannya. Inilah yang terjadi di GTA Online. Menurut laporan kami sebelumnya, seorang pembuat cheat didenda oleh Take Two dan Rockstar milyaran rupiah atas cheat yang didistribusikan. Jadi, hati-hati ya kalau kamu merupakan salah satu pelakunya namun belum tertangkap.

1. PUBG dan Beberapa Game Online Lain – Tuntutan Hukum

Cheater di game online memang sangat meresahkan, terlebih di game kompetitif. Mereka akan merusak semua pengalaman bermain dan kemampuan yang telah kamu bangun di sepanjang permainan. Developer yang sudah jengah mengatasinya tak segan-segan untuk tuntut mereka ke meja hijau, berikan denda, atau kalau bisa memenjarakan mereka atas semua yang telah diperbuat. PlayerUnknown’s Battlegrounds merupakan salah satunya, setidaknya untuk player China. Game yang terkenal akan cheaternya di China ini sempat mengalami penurunan player berkatnya. Pihak Blue Hole yang saat itu dibantu oleh Tencent layangkan tuntutan hukum kepada para pelaku dengan denda milyaran agar mereka jera. Game lain yang juga melakukannya adalah Overwatch, Fortnite, hingga GTA V Online yang telah saya tulis sebelumnya.

The post 5 Cara Sadis Developer untuk Menghukum Para Cheater appeared first on 4plays.

5 Game Adaptasi Film Terburuk

Saat ini telah banyak beberapa game adaptasi film terbaik. Salah satunya dari waralaba The Lords of the Ring. Tapi tidak semua game yang mengadaptasi film berhasil sukses seperti game yang disebutkan tadi. 5 Game Adaptasi Film Terburuk .
Ada banyak judul game hasil adaptasi film yang justru gagal. Dan dianggap buruk oleh gamer yang telah memainkannya. Nah, apa saja? Simak sama-sama pembahasannya berikut ini yuk. 5 Game Adaptasi Film Terburuk .

1. Street Fighter: The Movie (1995)

Street Fighter: The Movie merupakan sebuah game yang terinspirasi dari sebuah film yang terinspirasi dari game. Sangat mengejutkan bukan? Karena game ini hampir sama seperti dengan game Street Fighter lainnya. Hanya saja menggunakan karakter dari film tersebut. Sehingga kamu bisa melihat aktor kawakan Jean-Claude Van Damme menjadi Guile.

2. Fight Club (2004)

Fight Club merupakan game fighting yang mengadaptasi dari film dengan judul yang sama. Game ini turut menghadirkan dua karakter aktor kawakan. Yaitu Brad Pitt dan Edward Norton. Gameplay yang dimiliki cukup baik sampai pada bagian cut-scene justru terlihat asal-asalan. Seperti kekurangan budget saat pengembangan. Bagian cut-scene ini hanya terlihat bagus pada awal dan akhir permainan. Sedangkan sisanya hanya potongan gambar dengan grafis yang sangat buruk.

3. Rambo: The Video Game (2014)

Waralaba film Rambo memang menjadi film aksi terbaik yang diperankan oleh aktor Sylvester Stallone. Tapi tidak bagi game Rambo: The Video Game yang dikembangkan oleh Reef Entertainment ini. Pasalnya, meskipun tampil dengan kualitas grafis yang cukup baik, tapi game ini juga memiliki beberapa masalah yang menjadikannya game adaptasi film terburuk. Hasil ulasan pada halaman Metacritic juga rata-rata memberikan nilai yang sangat mengecewakan.

4. The Crow: City of Angels (1997)

The Crow: City of Angels merupakan game Beat’em Up yang dirilis oleh Acclaim Entertaiment pada konsol PlayStation dan PC. Game adaptasi dari waralaba The Crow ini juga mendapatkan ulasan yang sangat buruk karena terdapat banyak kekurangan di dalamnya. Tidak ada informasi obyektif dan mekanisme gameplay yang buruk menjadikannya salah satu game adaptasi film terburuk yang pernah ada.

5. Aliens: Colonial Marines (2013)

Aliens: Colonial Marines mungkin menjadi salah satu game terburuk yang mengadaptasi dari waralaba film Aliens. Walau tampil dengan grafis 3D yang cukup baik. Tapi beberapa masalah yang terdapat dalam game ini tidak bisa dimaafkan. Mulai dari bug, glitch, dan mekanisme AI yang sangat kacau. Alhasil, game ini mendapatkan ulasan yang kurang bagus dari gamer yang memainkannya.

The post 5 Game Adaptasi Film Terburuk appeared first on EPIC99.

The post 5 Game Adaptasi Film Terburuk appeared first on 4plays.

Arti Medali-Medali yang Ada di PUBG Mobile

Siapa di sini yang sering bermain PUBG Mobile?. Pernah gak sih kamu mencari tahu atau mengerti Arti Medali-Medali yang Ada di PUBG Mobile. Kalo belum tahu, yuk simak di sini. Kamu pasti menyadari bahwa di setiap selesai pertempuran.

Maka akan hadir sebuah medali-medali aneh yang terkadang kita sendiri tidak tahu apa maksudnya. Sebenarnya medali-medali tersebut adalah sebuah pencapaian atas tindakan yang telah kamu lakukan selama pertempuran. Bagi kamu yang ingin tahu arti dari medali-medali yang ada di PUBG Mobile. Yuk langsung cari tahu di bawah, Arti Medali-Medali yang Ada di PUBG Mobile.

Batch 1

Armour Expert: Punya Armor, Backpack, dan Vest level 3.
Berseker: Memberikan damage sebesar 800 keatas dengan jumlah kill lebih dari tiga dan mampu bertahan hidup lebih dari 20 menit.
Chicken Master: Didapatkan ketika kamu mampu mendapatkan winner winner chicken dinner dengan jumlah kill lebih dari lima.
Couch Potato: Mati di awal pertempuran dengan rating di bawah 50, sedangkan rekan setim kamu mendapatkan rating yang tinggi.
Curator: Memiliki isi tas yang hampir penuh selama pertandingan berlangsung.
Deadeye: Membunuh musuh dengan tembakan yang akurat di jarak yang sangat jauh.
Fight Club: Mendapatkan 2 kill atau lebih dengan cara memukul musuh.
Finisher: Membunuh musuh ketika ia dalam keadaan sekarat (nyampah) — damage sebelumnya harus diberikan oleh orang lain selain dari tim kamu.

Batch 2

Fly on the Wall: Mati di luar safe zone dengan tanpa memberikan damage apapun (0 damage). Medali ini sepertinya cocok buat kamu yang sering AFK gaes.
Freeloader: Mampu bertahan hidup di mode duo atau squad dengan 0 kill dan peringkat yang tinggi.
Gladiator: Mendapatkan dua kill atau lebih ketika menggunakan senjata melee (Pan, Crowbar, Machete, atau Sickle).
Golden Boy: Meraih winner winner chicken dinner dengan tanpa memberikan dan mendapatkan damage apapun. Wah ini sih bisa dibilang cuman numpang main ya.
Grenadier: Mendapatkan dua kill melalui ledakan granat.
Gunslinger: Mendapatkan 7 sampai 10 kill di dalam pertempuran.
Head Hunter: Berhasil membunuh dua lawan atau lebih dengan cara headshot.

Batch 3

Helpless: Terkena knocked out sebanyak tiga kali atau lebih di dalam pertarungan.
Lifesaver: Menolong rekan setim kamu sebanyak tiga kali ketika mereka terkena knocked out.
Long Bomber: Mampu melakukan headshot di jarak yang jauh dengan sanjata apapun.
Marathon Nan: Melakukan perjalanan kaki dengan jarak mencapai 1000 meter atau lebih.
Masochrist: Terkena damage dari granat sendiri.
Medic: Mendapatkan pemulihan HP sebanyak 500 atau lebih, termasuk ketika melakukan revive.
Nugget Dinner: Meraih winner winner chicken dinner dengan kill dibawah lima.
Prone to Prone: Mendapatkan kill ketika dalam posisi berbaring.
Road Rage: Membunuh dua musuh atau lebih dengan cara menabraknya menggunakan kendaraan.
Scavenger: Me-looting dua air drop atau lebih.

Batch 4

Sir Miss-a-Lot: Banyak tembakan yang meleset ke arah musuh.
Skyfall: Mati karena terkena hujan bom di red zone.
Suicide Squad: Mati karena terkena ledakan granat sendiri atau aksi konyol lainnya.
Survivalist: Mampu bertahan hidup selama 25 menit dengan jumlah kill dan damage yang kecil.
Terminator (berlapis emas): Mendapatkan 10 kill atau lebih.
Terminator: Berhasil membunuh orang terakhir dan mendapatkan winner winner chicken dinner.
Too Sonn: Mati dalam kurun waktu tiga menit setelah mendarat.
Wabbit Hunter: Berhasil mendapatkan dua kill atau lebih dengan menggunakan shotgun.
Wild Shot: Hanya memberikan damage di bawah angka 10 selama permainan atau satu kill dengan headshot.

 

The post Arti Medali-Medali yang Ada di PUBG Mobile appeared first on EPIC99.

The post Arti Medali-Medali yang Ada di PUBG Mobile appeared first on 4plays.

10 Game PC Seru untuk Mabar

Menjadi kepuasan tersendiri ketika sebuah video game berhasil memikat hati kita dengan gameplay yang unik maupun cerita yang luar biasa tidak terduga. Namun ada kalanya juga penulis sesekali terjun ke dalam game-game multiplayer atau game online untuk bermain bersama dengan teman ataupun bertemu orang-orang baru.
Saling beradu kemampuan dalam game-game online kompetitif ataupun berpetualang bersama dalam game-game MMORPG misalnya. Tentu memberikan pengalaman bermain yang berbeda jika dibandingkan dengan bermain game-game singleplayer.
Dan selama beberapa tahun belakangan ini, kemajuan teknologi internet yang semakin mempermudah bermain game online. Tentunya membuat berbagai developer berlomba-lomba untuk menghadirkan game online. Yang dapat menggaet banyak pemain dan tetap bisa populer dimainkan dalam jangka waktu panjang.
Maka dari itu, di bawah ini akan kami deretkan 10 Game PC Seru untuk Mabar . Dan masih populer dimainkan dan tentunya asik untuk mabar bersama teman-temanmu ataupun pacarmu (jika punya). Beberapa game di bawah ini ada yang berbayar (Pay-to-Play) dan ada juga yang bisa dimainkan gratis (Free-to-Play).

1. Dota 2

Mempopulerkan genre MOBA ke dunia melalui Dota di Warcraft 3. Dota 2 tentunya masih sangat ramai dimainkan walau rilis semenjak tahun 2013. Valve selaku developer pun juga secara berkala masih sangat aktif menghadirkan update dan konten-konten baru. Serta The International dengan prize pool yang menggiurkan disetiap tahunnya.

2. Apex Legends

Bisa dikatakan muncul secara tiba-tiba pada bulan Februari yang lalu. Game battle royale Apex Legends garapan Respawn Entertainment ini sukses menggaet 50 juta pemain hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan game battle royale dengan sedikit bumbu ala game Overwatch.

3. PUBG

Sukses mempopulerkan genre battle royale membuat PUBG Corporation (dulu Bluehole). Harus menghadapi developer lain yang tergiur akan kesuksesan genre tersebut. Namun, sang developer masih siap untuk membawa konten baru. Bahkan salah satunya adalah hadirnya versi PUBG yang ramah akan PC kentang atau PUBG Lite.

4. Overwatch

Tidak bisa dipungkiri bahwa game team-based shooter garapan Blizzard satu ini. Memiliki sekumpulan jagoan yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik dengan kemampuan uniknya masing-masing. Sudah mengudara semenjak 2016, sang developer tentunya masih memiliki konten dan jagoan baru yang akan hadir di waktu mendatang.

5. Fortnite

Game battle royale lainnya yang sukses membalap kepopuleran game PUBG. Fortnite garapan Epic Games menjadi alternatif bagi kamu yang ingin bermain game battle royale. Namun kere ataupun hanya memiliki PC kentang. Dan setidaknya sudah ada 250 juta akun terdaftar dalam game Fortnite.

6. Rocket League

Menghadirkan game mobil-mobilan namun bukan balapan. Melainkan bermain sepak bola memang menjadi premis unik yang ditawarkan oleh Psyonix Inc. dalam Rocket League. Sudah mengudara semenjak 2015. Sang developer tentunya masih aktif dalam menghadirkan event-event baru dan konten-konten maupun mobil-mobil baru.

7. Dead by Daylight

Dead by Daylight merupakan game co-op survival garapan Behaviour Digital Inc. Yang memiliki komposisi pertandingan 4 Survivor vs 1 Killer. Dimana para Survivor memiliki objektif untuk mencari jalan keluar tempat perburuan. Dan sang Killer memiliki objektif untuk menghabisi semua survivor.

8. Final Fantasy XIV

Walau pada tahun 2010 peluncuran Final Fantasy XIV menerima respon yang sangat negatif. Munculnya versi A Realm Reborn pada tahun 2013 sukses membalikkan keadaan tersebut. Dan menjadikan FFXIV sebagai salah satu MMORPG terpopuler saat ini. FFXIV juga akan segera kedatangan expansion pack baru ketiga bernama Shadowbringer.

9. Monster Hunter: World

Siapa sangka bahwa Monster Hunter: World garapan Capcom sudah berhasil terjual lebih dari 12 juta unit ke seluruh dunia. Dan menjadi game dari serial Monster Hunter yang paling laris saat ini. Tidak berhenti disitu, sang developer masih akan mendatangkan expansion pack baru menjelang akhir tahun 2019 ini.

10. Dauntless

Dauntless garapan Phoenix Labs tentunya menjadi alternatif game simulasi perburuan ala game Monster Hunter buat kamu yang kere. Dimana dalam Dauntless, kamu akan memburu berbagai jenis Behemoth. Dengan satu dari enam kelas senjata dengan playstyle dan moveset yang tentunya berbeda-beda.

 

5 Game Jadul dengan Grafis Mantap

Perkembangan grafis ini berjalan sangat cepat. Sampai-sampai game beberapa tahun yang lalu yang kamu anggap keren habis grafisnya. Sekarang kelihatan jelek dibandingkan dengan game terbaru sekarang. Akan tetapi, pernahkah kalian memainkan kembali game lama. Kalian atau pertama kali mencoba bermain game lama tersebut. Namun tetap terpukau sama kualitas grafisnya walau game tersebut bisa dibilang “lanjut usia”? 5 Game Jadul dengan Grafis Mantap.

”Graphic doesn’t make a game, gameplay does” Mungkin istilah itu sudah sering kalian dengar. Atau bahkan sudah kalian setujui kalau gameplay merupakan faktor utama dalam menentukan game tersebut bisa dibilang bagus atau tidak. Namun harus kita akui jika grafis yang bagus memang menjadi nilai plus dari video game. Grafis juga makin berkembang dengan cepat. Yang mulanya grafis di game hanya dari tumpukkan “dot” menjadi seindah dan realistis sekarang. Berikut adalah 5 Game Jadul dengan Grafis Mantap.

1. Crysis (2007)

Yup, pilihan yang jelas-jelas akan masuk di artikel ini, dan mungkin game pertama yang bakal banyak orang pikirkan pertama kali ketika membahas topik ini. Walau sudah berumur 9 tahun, kualitas grafis Crysis masih terlihat menakjubkan untuk standar sekarang.
Pada saat pertama kali game ini dirilis, game ini dipuji-puji oleh para kritikus untuk kualitas grafis yang dianggap “sangat realistis” pada saat itu. Kepopuleran kualitas grafis dari game ini juga membuat game Crysis pada saat itu menjadi game paling banyak ditanya oleh PC gamer, “Can i run it?”.

2. Need for Speed : Most Wanted (2005)

Need for Speed : Most Wanted mungkin telah menjadi seri favorit para fans game balap dari EA ini karena level design yang keren, mobil yang kamu dapatkan bisa diupgrade semua, gadis-gadis yang cantik ( ?° ?? ?°) dan kualitas grafis yang untuk standar sekarang tetap kelihatan bagus.
Mungkin memang tak sebagus reboot nya pada tahun 2012 lalu, namun untuk game yang sudah berumur 11 tahun, kualitas visual dari game satu ini masih bisa memanjakan mata dan untuk para pengguna PC, game satu ini sudah masuk kalangan “game enteng”. Bicara soal reboot 2012 nya, walau seri tersebut tetap mendapatkan review positif dari kritikus, reboot yang dibuat oleh developer Burnout ini tampaknya banyak dibenci oleh fans game 2005 nya karena dianggap lebih mementingkan kualitas grafis ketimbang konten.

3. Age of Empires III (2005)

Menjadi seri ketiga dari game RTS populer Microsoft – Age of Empires, developer membuat perkembangan pesat akan kualitas grafis game satu ini tanpa membuang kesan Age of Empires yang fans kenal dan cinta. Berbeda dengan Age of Empires II atau Age of Mythology yang perlu “HD remake” biar kelihatan lebih bagus untuk gamer sekarang, Age of Empire III walau tanpa diberi remake untuk 10 tahun yang akan datang tetap akan terlihat mempesona untuk game RTS.

4. Half Life 2 (2004)

Saat pertama kali dirilis, para jurnalis game tak bisa berhenti membicarakan game satu ini akan betapa revolutionary sequel satu ini. Mulai dari gameplay yang bagus, jalan cerita yang menegangkan, karakter yang menarik, keberadaan ragdoll yang pada saat itu masih baru, physic yang lebih disempurnakan, keberadaan Gravity Gun, dan tentu saja kualitas grafis dari game satu ini. Dan walau sudah berumur 12 tahun, Source Engine sampai saat ini masih dipakai oleh Valve dan beberapa developer lain, Game Titanfall yang menjadi game pembuka generasi baru Xbox bahkan menggunakkan Source Engine.

5. Resident Evil : Gamecube Remake (2002)

Remake Gamecube dari Resident Evil ini merupakan salah satu remake terbaik yang pernah dibuat di sejarah gaming. Sangking bagusnya, remake ini di-remake kembali untuk PS4, Xbox One dan PC, membuktikan bahwa game jadul satu ini masih memukau untuk dilihat walau udah berumur satu dekade lebih ini.
Yang kita perlukan sekarang hanyal remake dari Resident Evil 2 dan Resident Evil 3 dengan kualitas grafis yang sama dengan remake gamecube ini, atau bahkan lebih baik lagi. Please do it, Capcom.

The post 5 Game Jadul dengan Grafis Mantap appeared first on 4plays.

5 Alasan PUBG Lite fokus baru pada Gamer

Berdasar kepada kepopulerannya tersebut, tentu akan membuka peluang yang sangat besar dan berdampak positif. Tentunya bagi para player-player setianya. Oleh karena itu banyak sekali perusahaan yang notabene ‘non-gamer’ ikut melirik PUBG Lite. Demi bisa menjalin kerjasama secara langsung maupun tidak langsung. Nah, pada artikel kali ini mimin akan membahas 5 Alasan PUBG Lite fokus baru pada Gamer. Terutama kalian yang masih bingung akan dikemanakan hobi yang selama kalian lakukan.
Playerunknown’s Battleground atau sering disingkat PUBG adalah salah satu game battle royale paling populer saat ini. Dengan jumlah rata-rata player sebanyak 432,727 dalam 30 hari terakhir. Menjadikan game besutan Brendan Greene dkk pantas menempati posisi teratas game battle royale paling favorit saat ini versi Steam. Tentu hal-hal ini akan bisa berdampak positif untuk kalian sendiri. Kuy mari kita simak di bawah ini 5 Alasan PUBG Lite fokus baru pada Gamer.

1. Dapat Mengasah Kemampuan ‘Aim’

Karena PUBG merupakan game survival yang dipadu-padankan dengan serunya ‘tembak-tembakan’. Membuat setiap player harus memiliki akurasi tembakan (aim) yang akurat. Dibandingkan dengan game shooter lainnya, PUBG memiliki recoil pattern yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Perlu adanya adaptasi yang cukup lama sehingga membuat hal ini menjadi sangat istimewa untuk bisa dikuasai.
Oleh karena hal tersebut, dengan menguasai recoil pattern yang disajikan di dalam game PUBG akan sangat membantumu untuk bisa dengan mudah beradaptasi pada game shooter lainnya.

2. Prospek E-sport Yang Jauh Lebih Besar

Pernah gak sih kalian berpikir untuk bisa menghasilkan uang dari kebiasaan kalian bermain game? . Hmm, tentu hal ini menjadi satu impian yang paling diinginkan bagi para muda-mudi saat ini. Terjun ke dunia e-sport mungkin menjadi salah satu jalan yang bisa kalian pilih. Sudah banyak orang yang berhasil. Walau terdengar cukup sulit, namun apabila kalian bisa terjun sebagai pro-player. Dan bertanding melawan kumpulan orang-orang hebat dalam suatu arena yang sama. Tentu akan memberikan rasa bangga tersendiri dalam diri kalian.
Salah satu alasan penting mengapa PUBG layak untuk kalian tekuni sebagai pro-player ialah besarnya peluang. Yang kalian miliki untuk bisa berpartisipasi ke dalamnya. Kembali pada alasan euforia PUBG yang saat ini sedang ramai-ramainya. Membuat pihak publisher tertarik untuk rutin membuka pendaftaran bagi mereka yang ingin bertanding melawan player hebat lainnya dari berbagai negara. Selain itu, ada banyak sekali sponsor yang siap mendanai siapa saja yang benar-benar serius mendalami dunia e-sport PUBG ini.

3. Memiliki Komunitas Yang Sangat Besar

Di dalam dunia video game online multiplayer, kita tentu mengenal yang namanya komunitas. Selain sebagai tempat bertemunya para player juga sebagai tempat berbagi informasi atau tips-tips seputar game yang dimainkan.
Pentingnya komunitas yang besar dan juga aktif, tentu memberikan dampak yang sangat positif. Bagi para developer game untuk bisa mengetahui game mereka dari sudut pandang konsumen. Dampak tersebut biasanya akan diimplementasikan ke dalam update baru yang berisi bug fixing, event, atau balancing game tersebut.

4. Dapat Meningkatkan Status Sosialmu Di Komunitas Gamer

Jika kalian termasuk orang yang suka bermain bermain game multiplayer competitive. Tentunya self skill menjadi tolok ukur untuk bisa membandingkannya dengan player lain. Bermain game dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan kamu bisa menguasainya. Akan secara tidak langsung membuatmu tidak bisa dipandang sebelah mata oleh player lain. Nah, jika kalian masih mencari-cari game apa yang bisa meningkatkan self-skillmu. Maka PUBG bisa menjadi salah satu referensi yang bisa kalian pilih ya guys.

5. Peluang Menjadi Seorang Streamer/Pro-player Semakin Terbuka Lebar

Dewasa ini siapa yang tidak mengenal tokoh-tokoh PUBG seperti Shroud, DrDisrespect, Ninja, dll? . Ya, mereka adalah para streamer sekaligus mantan pro-player yang membesarkan namanya hanya dengan bermain game PUBG (khususnya Shroud dan Ninja). Nah, jika kalian ingin seperti mereka. Tentu dengan bermain game PUBG akan semakin memudahkan jalanmu untuk bisa melangkah menjadi seorang streamer professional.

 

The post 5 Alasan PUBG Lite fokus baru pada Gamer appeared first on EPIC99.

The post 5 Alasan PUBG Lite fokus baru pada Gamer appeared first on 4plays.

5 Game Controller Terbaik Ditahun 2019

Controller atau gamepad atau joystick memang tidak terlepas dari yang namanya bermain game. Baik menggunakan PC ataupun console XBOX dan PS4. Pasti membutuhkan aksesoris yang satu ini untuk membuat permainan kita semakin nyaman dan menyenangkan. 5 Game Controller Terbaik Ditahun 2019.
Semakin berkembangnya teknologi membuat pembuatan controller semakin cangih juga. Jika sobat gamebrott tertarik untuk membeli sebuah controller untuk menemani permainan kalian. Inilah daftar 5 Game Controller Terbaik Ditahun 2019.

1. Razer Raiju Ultimate

Razer Raiju Ultimate dapat dikatakan sebagai controller terbaik sepanjang masa. Selain fitur d-pad dan analog yang dapat ditukar. Fitur lain yang ada dalam controller Razer Raiju Ultimate adalah tombol yang dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan kita. Fitur RGB dan lampu notofikasi juga didesain sedemikian rupa, sehingga memanjakan para penggunannya. Harga Razer Raiju Ultimate sendiri mencapai 4 juta rupiah.

2. Razer Wolverine Ultimate

Razer selalu tidak tanggung-tanggung dalam menyediakan gaming gear bagi pencinta video games. Fitur yang ada dalam Razer Wolverine Ultimate adalah d-pad dan analog yang dapat ditukar. Jadi pemain akan merasa nyaman baik menggunakan d-pad maupun analaog sesuai dengan kebiasaan mereka. Bagi pencinta chroma tentunya Razer Wolverine Ultimate menjadi pilihan utama karena ada fitur tersebut dalam controller ini. Harga yang dipatok untuk Razer Wolverine Ultimate berkisar 2,5 juta rupiah.

3. Steam Controller

Steam Controller adalah gamepad esklusif yang dikeluarkan oleh Valve untuk memainkan game-game di komputer. Salah satu keunggulan dari steam controller adalah fungsinya dapat digunakan sebagai mause dan keyboard dalam game. Sayangnya controller tersebut nampak terlalu besar dan tidak nyaman untuk digengam. Harga yang dipatok untuk controller itu sendiri mencapai 1 juta rupiah.

4. Xbox 360 Controller

Xbox 360 Controller adalah controller yang sudah tua. Namun jangan salah meskipun terbilang generasi controller lama namun kemapuan dari Xbox 360 Controller masih melegenda. Salah satu keunggulan dari Xbox 360 Controller adalah banyaknya game yang support terhadap controller tersebut. Selain itu tingkat sensitifitasnya juga sangat cocok dimainkan dengan segala jenis permainan. Harganya sendiri juga cukup murah yaitu sekitar 250.000 rupiah.

5. PlayStation DualShock 4

DualShock 4 adalah controller yang dibuat oleh Sony untuk mendampingi console Play Station 4 mereka. Dengan adanya wireless membuatnya dapat digunakan untuk PC juga. Desain yang ramping dan hampir sama dengan controller Play Station pendahulunya membuat pengguna familiar untuk menggunakan DualShock 4. Analog yang ada di DualShock 4 juga mempunyai teknologi baru dimbandingkan controller pendahulunya. Sngga membuat DualShock 4 semakin awet dan tahan lama. Harga yang dipatok untuk controller PlayStation DualShock 4 sendiri berkisar 800.000 rupiah.

Itulah tadi daftar 5 controller terbaik ditahun 2019. Kini controller tidak cuma sebagai pendamping sebuah console game saja. Namun lebih kepada gaya permainan dara pemainnya. Controller manakah yang menjadi foavorit kalian? apakah ada niatan untuk membeli salah satu controller diatas?

The post 5 Game Controller Terbaik Ditahun 2019 appeared first on 4plays.

5 Kebiasaan Pemain Dota2 Saat main League of Legends

Dota 2 dan League of Legends adalah game MOBA yang mempunyai jumlah pemain yang besar. Setiap hari jutaan pemain game diseluruh dunia memainkan kedua permainan tersebut. Persaingan untuk menjadi siapa game MOBA yang mempunyai jumlah pemain terbesar juga sangat sengit. 8 Kebiasaan Pemain Dota2 Saat main League of Legends.
Namun jangan salah, meskipun mempunyai genre yang sama yaitu Multiplayer Online Battle Arena. Dota 2 dan League of Legends juga mempunyai aspek yang berbeda. Di Indonesia sendiri game Dota 2 mempunyai banyak pemain dibandingkan dengan League of Legends. Hal tersebut karena banyak pemain Dota 2 merupakan jebolan Dota 1 yang sudah eksis sejak tahun 2006 dahulu. 8 Kebiasaan Pemain Dota2 Saat main League of Legends.
Namun kini persaingan dengan League of Legends menjadi semakin ketat. Publisher dari League of Legends di Indonesia yaitu Garena. Selalu memberikan event menarik kepada para pemainnya yang membuat pemain Dota 2 kepincut untuk memainkan League of Legends. Hal-hal yang kadang kali salah digunakan oleh para pemain Dota 2 yang mencoba League of Legends. Berikut adalah 8 Kebiasaan Pemain Dota2 Saat main League of Legends.

1. Mencari Kurir

Selain deny fitur yang juga tidak ada dalam League of Legends adalah kurir. Pemain League of Legends harus pulang ke base terlebih dahulu untuk membeli items mereka. Banyak pemain Dota 2 yang mencoba League of Legends berusaha mencari kurir. Dan mencoba membeli items saat mereka masih didalam lane masing-masig. Ketahuilah bahwa hal tersebut merupakan hal yang percuma saja.

2. Mencoba Men-Deny Minions

Salah satu gameplay yang membedakan LOL dengan Dota 2 adalah game League of Legends tidak mempunyai sistem deny creeps seperti Dota. Deny sendiri adalah membunuh karakter teman (tower/creeps/hero) yang sekarat agar tidak dibunuh oleh musuh. Penggunaan deny pada Dota 2 juga digunakan untuk memperlambat XP dan gold yang didapat oleh musuh. Dalam League of Legends seberapa keras pemain mencoba melakukan click pada minion sendiri. Tetap saja kaian tidak bisa membunuhnya karena memang tidak ada sestem deny.

3. Mencoba Stacking Jungle Camp

League of Legends mempunyai satu role yang berbeda dengan Dota 2 yaitu jungler. Seorang jungler selalu melakukan roaming dan membunuh minions jungle camp. Dalam League of Legends kalian tidak dapat melakukan stacking dan mencoba melakukan hit dan run terhadap minion jungler. Camp pada jungler dalam League of Legends tidak dapat distacking. Dan jika minions jungler keluar dari areanya maka HP akan kembali maksimal. Dua kesalahan yang sering dilakukan oleh pemain Dota 2 yang ingin membunuh minions jungler.

4. Melakukan Recall Saat Pertempuran

Dalam game League of Legends tidak ada items TP Scroll sebagai gantinya mereka menyediakan recall serta summoners spell teleport. Recall dapat digunakan oleh semua champions untuk kembali ke base dengan cepat dan membeli items. Recall tidak mempunyai cooldown dan mempunyai channeling sebesar 8 detik. Perbedaanya dengan TP Scroll adalah saat diserang musuh makan channeling recall akan dibatalkan berbeda dengan TP Scroll yang butuh stun untuk membatalkannya. Banyak pemain Dota 2 yang mencoba League of Legends melakukan recall didepan musuh yang tidak mempunyai skill ability stun. Padahal mereka dapat menggagalkan recall dengan mudah dengan satu serangan biasa saja.

5. Tidak Mengetahui Apa Itu Bush

Bush atau semak-semak dalam League of Legends digunakan sebagai fog (area gelap dalam map). Sedangkan Dota 2 mempunyai pohon sebagai fognya. Bush digunakan untuk kabur dari pertempuran atau melakukan inisiasi gank kepada musuh. Banyak pemain yang menempatkan ward didalam bush agar mampu melihat pergerakan musuh. Pemain Dota 2 yang kurang familiar dengan bush sering kali melakukan kesalahan dengan berjalan ke area bush yang sudah ditunggu oleh banyak champions musuhnya.

Itulah tadi hal-hal konyol yang sering dilakukan pemain Dota 2 saat mencoba game League of Legends. Apakah kalian pernah melakukan hal-hal konyol tersebut? Ataukah masih ada hal konyol lainnya yang belum disebutkan diatas?

The post 5 Kebiasaan Pemain Dota2 Saat main League of Legends appeared first on 4plays.

6 Tentang Battle Pass Apex Legends

Menunggu kehadiran Battle Pass untuk Apex Legends ini tentunya terasa sangat lama, padahal gamenya sendiri baru dirilis satu bulan lebih sedikit yang lalu. Namun hype yang sangat tinggi. Tentunya membuat para pemainnya lapar akan konten baru apa lagi yang akan ditawarkan oleh Respawn ke dalam game battle royale yang berhasil mencapai 50 juta pemain dalam waktu sebulan ini. Mungkin memang ada kekecawaan terhadap Battle Pass yang baru dikeluarkan ini. Namun lebih baik kamu mengtahui 6 hal dari update besar pertama Apex Legends ini.

1. Battle Pass Gratisan??

Iya kamu tidak salah membaca, Respawn sangat mengapresiasi para pemain yang telah memainkan game mereka sehingga mereka secara baik hati memberikan beberapa hadiah menarik bagi para pemain yang bahkan tidak membeli Battle Pass mereka. Yang harus para pemain lakukan cukup bermain pada season pertama ini dan para pemain bisa mendapatkan:
Wild Frontier Legendary Skin
5 Apex packs
18 themed Stat Trackers

2. Jagoan Baru yang Menjanjikan

Kehadiran Battle Pass ini tentunya sangat terikat dengan munculnya karakter baru. Yang sebetulnya telah ramai dibicarakan oleh komunitas sejak beberapa waktu lalu. Yap, seperti dugaan sebelumnya Battle Pass ini menghadirkan Legends baru bernama Octane. Hero ini sendiri memiliki skill “Stim” yang mirip dengan Bangalore dimana ia bisa meningkatkan kecepatan pergerakannya sebanyak 30% dalam waktu 6 detik. Namun skill ini tidak cuma-cuma karena ketika memakai Stim Octane akan kehilangan beberapa darahnya. Skill ini sendiri memiliki cooldown 2 detik.
Octane tentunya menjadi legends yang menarik bagi yang sudah bosan dengan legends yang sudah ada. Memiliki spesialisasi dalam hal kelincahan serta regen . Tentunya sangat berguna di medan pertempuran Apex Legends yang memang cepat. Kalau kamu berminat kamu dapat membuka Octane dengan harga 12,000 Legends tokens atau 750 Apex Coins.

3. Waktunya Menjajal Legends Lainnya

Ini adalah fitur kecil yang hampir tidak banyak dibicarakan banyak orang. Karena sebenarnya Respawn telah memasukkan bonus XP di dalam Battle Pass yang berhubungan dengan setiap Legend.
Jadi yang kamu butuhkan adalah memainkan setiap Legends yang ada untuk mendapatkan bonus XP Battle Pass sebesar 25.000 XP (Tergantung dengan waktu bertahan hidup) untuk tiap Legend-nya. Sehingga secara perhitungan kamu bisa mendapat sebanyak 225.000 XP ekstra. Per minggu hanya dengan memainkan karakter yang berbeda-beda.

4. Akhirnya Bisa Pake Gibraltar dan Caustic Lagi

Mungkin ada beberapa dari kamu yang bingung ada apa dengan dua hero ini. Bila kamu perhatikan tentunya kamu tahu bahwa kedua hero ini sama-sama memiliki tubuh tambun. Dan hal ini sendiri ternyata sebelumnya membawa kerugian bagi para pemain yang menggunakannya. Karena desain karakter yang besar ini menyebabkan hitbox dari karakter-karakter ini terlalu lebar sehingga mudah terkena tembakan dari musuh.
Respawn sendiri untungnya peka akan hal itu dan akhirnya memperbaiki hitbox dari dua karakter tersebut. Plus Pathfinder yang sebelumnya terlalu besar dan tidak akurat agar lebih mengikuti bentuk badan dari legend-legend ini. Pastinya dengan kenaikan ini kamu bisa mulai memakai kembali legend-legend besar ini.

5. Ambil Murah atau Bayar Lebih

Oke jadi yang pertama kita bicarakan tentunya adalah Battle Pass-nya. Jadi sama seperti battle pass dan sejenisnya di game lain seperti Dota 2 atau Fortnite. Kamu nantinya bisa membeli Battle Pass ini untuk mendapatkan misi-misi baru. Dan level baru dimana kamu bisa mendaki setiap levelnya untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik yang disediakan Apex Legends. Ada 2 jenis Battle Pass yang ditawarkan oleh Respawn yaitu paket dasar dan bundel.
Untuk paket dasar dijual seharga 950 Apex points atau SGD 16.00 atau sekitar IDR 170.000-an. Dimana kamu akan memulai dari level satu. Dan kamu akan mendaki level demi level untuk membuka hadiah-hadiah yang ditawarkan di setiap levelnya.

6. Waktunya Ikut Aktif Membasmi Cheater

Status Apex Legends sebagai game gratis alias free-to-play tentunya menjadi meja makan bagi para cheater. Respawn pun tidak tinggal diam dengan telah memban 350.000 pemain lebih yang terbukti melakukan kecurangan. Dan mereka sendiri tidak berhenti disitu untuk terus memban para cheater. Dan kini Apex Legends juga mengajak para pemainnya untuk ikut aktif membasmi para cheater.
Dalam update terbaru ini Respawn akhirnya menyediakan tombol Report ketika kamu dibunuh. Sehingga bila kamu mendapati bahwa pemain yang membunuhmu adalah cheater. Kamu bisa melaporkannya sehingga Respawn bisa menganalisa pemain tersebut. Kamu bahkan bisa melaporkan bila rekan setimmu bila kamu tahu bahwa ia adalah seorang cheater. Respawn juga mengetahui banyaknya pemain yang menemui para cheater yang menggunakan speed hack. Sehingga dapat berlari sangat cepat dan mereka juga berjanji akan menemukan cara untuk memperbaiki hal tersebut. Terakhir, Respawn juga tengah mengembangkan teknologi anti-cheat baru yang masih dalam proses.

Jadi bagaimana, apakah kamu berminat untuk membeli Battle Pass season 1 ini atau mau skip dulu aja untuk saat ini. Bila kamu masih bingung tentang gamenya, kalian bisa membaca review kami terhadap Apex Legends terlebih dahulu.

The post 6 Tentang Battle Pass Apex Legends appeared first on 4plays.

7 Hero AOV Paling Sulit Dibunuh 2019

Dari banyaknya hero Arena of Valor yang ada di game. Biasanya mereka memiliki kemampuan khusus untuk bertahan hidup ataupun menyerang musuh. Salah satu cara untuk bertahan hidup adalah dengan mengandalkan lifesteal. 7 Hero AOV Paling Sulit Dibunuh 2019.

Lifesteal merupakan regen HP yang didapatkan ketika menyerang hero lawan berdasarkan persentase damage yang kalian berikan. Berikut adalah tujuh hero AOV yang memiliki lifesteal paling mengerikan. 7 Hero AOV Paling Sulit Dibunuh 2019.

1. Ryoma

Sama seperti Lu Bu, Ryoma juga tidak memiliki mana pada mekanisme skill miliknya. Semua skill yang dimiliki Ryoma memiliki cooldown yang singkat. Termasuk ultimate-nya yang bernama Spectral Ire. Menggunakan Spectral Ire untuk hero lawan akan memulihkan HP Ryoma dalam jumlah yang besar.
Ryoma juga memiliki kelebihan lain, yaitu jarak serangnya yang begitu jauh. Alhasil membuat Ryoma sangat kuat dalam berduel dengan hero-hero melee.

2. Kil’Groth

Mendapat julukan belut dari para Challengers, Kil’Groth ternyata sangat menyeramkan ketika sudah memasuki late game. Melalui Enraged Spear (2), Kil’Groth mendapat tambahan damage sekaligus memulihkan HP-nya sebesar 45. Jika mengenai hero musuh, ia mendapat tambahan pemulihan HP sebesar 150 persen.
Apabila sudah dipadukan dengan attack speed yang tinggi. Kil’Groth akan sangat sulit untuk dijatuhkan. Sedikit tips, jangan biarkan Kil’Groth melakukan farm sendiri. Usahakan ganggu agar ia sulit untuk berkembang.

3. Lu Bu

Dengan mengandalkan ultimate-nya yang bernama Conqueror. Menjadikan Lu Bu sebagai salah satu hero favorit para DS laner. Selama menggunakan Conqueror, Lu Bu mendapatkan lifesteal di setiap serangan yang ia berikan.
Selain lifesteal yang tinggi, kelebihan lainnya dari Lu Bu adalah tidak adanya mana. Kelebihan ini membuat Lu Bu hanya tinggal berfokus kepada item yang ingin dibelinya.

4. Sephera

Dengan menyandang gelar support, Sephera memiliki pasif yang mampu membuatnya memulihkan HP. Pemulihan HP akan aktif setiap Sephera menggunakan skill apapun. Tidak hanya Sephera. Rekan setimnya juga bisa menerima efek ini jika memiliki HP terendah dan berada di sekitar Sephera.
Ultimate milik Sephera bisa dibilang salah satu yang terbaik. Ia mampu memberikan damage ke lawan sekaligus memberikan efek heal ke rekan satu tim. Pada saat menggunakannya, Sephera tidak dapat di serang. Bisa dibilang ultimate Sephera sungguh mengganggu, terutama saat teamfight.

5. Arum

Arum merupakan seorang tank yang mengandalkan lifesteal melalui binatang miliknya, bernama Spirit Beast. Setiap Spirit Beast yang ia keluarkan, Arum akan mendapatkan lifesteal sebesar 60 (+0,4 AP) (3% dari maksimal HP hero).
Dengan kemampuannya ini, Arum sangat kuat ketika permainan baru dimulai. Biasanya para pemain Arum akan masuk ke dalam hutan lawan untuk mengambil buff atau hanya sekedar mengganggu jungle lawan.

6. Lauriel

Mage dengan terkenal dengan kemampuan poke-nya ini sulit sekali untuk dijatuhkan. Memasuki mid game hingga late game. Lauriel sudah sangat sulit untuk dihentikan. Gabungan lifesteal yang ia terima melalui pasif dan Rhea’s Blessing. Membuat Lauriel tampak seperti seorang tank. Pastikan kalian gunakan Curse of Death atau Thom of the Reaper untuk melawannya ya!

7. Marja

Dalam hal laning phase, Marja tidak usah diragukan. Dengan tanpa menggunakan mana, Marja dapat dengan bebasnya mengeluarkan skill miliknya. Apabila Marja terkena damage oleh lawan, maka semua damage yang ia berikan ke lawan akan memulihkan HP-nya sekaligus memberikan efek slow.
Dengan lifesteal yang menyebalkan, Marja menjadi hero mage yang bisa mengisi posisi side lane dan juga midlane.

Itulah ketujuh hero AOV yang memiliki kemampuan lifesteal yang menyebalkan. Nantikan pembahasan hero AOV lainnya masih di 4plays.

 

The post 7 Hero AOV Paling Sulit Dibunuh 2019 appeared first on EPIC99.

The post 7 Hero AOV Paling Sulit Dibunuh 2019 appeared first on 4plays.