7 Benda Liburan Saat Musim Dingin

Musim dingin, bisa jadi adalah musim yang sedikit tricky bagi traveler asal Indonesia yang tinggal di daerah tropis di mana sehari-harinya hanya bertemu dengan terik matahari, hujan, dan polusi asap knalpot. Di saat orang-orang dari negara empat musim kabur ke negara tropis saat musim dingin, sebagian penduduk Indonesia justru memimpikan untuk menikmati musim dingin dan dapat melihat salju. Bagi mereka, dapat merasakan pengalaman yang tidak ada di Indonesia merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Apalagi kalau pengalaman tersebut dapat diunggah dan dipamerkan ke media sosial, wah, pastinya akan menaikkan harkat, martabat, derajat, dan gengsi kamu di mata teman sepermainan. Maklum juga, sedari lahir, tubuh kita tidak dibiasakan dengan adanya hawa dingin yang dapat mencapai temperatur minus di bawah 0° Celsius. Belum lagi kalau ada salju, mana pernah kita melihat salju di Indonesia, selain di film.
Apes ya? Iya. Namun dengan pengalaman tersebut, saya belajar banyak hal, terutama tentang bagaimana cara menghadapi musim dingin, dan apa sajakah yang harus dipersiapkan. Berkaca dari pengalaman tersebut, berikut ini saya sarankan 7 benda (selain pasangan) yang harus dibawa apabila kamu ingin menikmati liburan musim dingin.

1. Obat-obatan

1. Obat-obatan
1. Obat-obatan

Belakangan ini saya baru sadar, jikalau ternyata saya memiliki alergi terhadap cuaca dingin, yang kerap juga disebut rhinitis alergika oleh para pakar. Apabila flu biasanya disertai demam, maka alergi biasanya datang tanpa demam tetapi kerap datang dengan ditemani bersin-bersin, mata gatal, dan hidung tersumbat.
Ternyata, pada cuaca dingin, tubuh beberapa orang merespon dengan mengeluarkan zat yang disebut histamine, sementara pada beberapa individu yang rentan terhadap alergi, misalnya saya, keluarnya histamine secara berlebih akan menimbulkan reaksi alergi. Lebih jauhnya, apabila alergi tersebut mengenai bagian sinus, maka akan timbul peradangan sinus yang dapat mengarah ke penyakit sinusitis.
Berikutnya, saya menyiapkan Afrin untuk jaga-jaga ketika bepergian ke tempat dingin. Dan benar saja, pada suatu pagi, hidung saya tiba-tiba tersumbat karena suhu dingin. Langsung dong, saya mengambil Afrin dan menyemprotkannya pada tiap lubang hidung. Sesuai instruksi yang ada, saaya memencet Afrin 2-3 kali hingga cairan yang disebut dekongestan, keluar dari botol dan masuk ke dalam rongga hidung. Sambil memencet botolnya, saya menghirup aroma Afrin kuat-kuat supaya efeknya segera bekerja.
Ajaib, hanya dalam hitungan detik, mampat di hidung saya berhasil hilang, dan napas pun kembali lega. Sejak saat itu, Afrin masuk ke dalam daftar wajib obat-obatan yang harus dibawa saat saya bepergian.

2. Kupluk

2. Kupluk
2. Kupluk

Untuk kepala, saya sekarang terbiasa mengenakan kupluk ketika bepergian di musim dingin. Selain nyaman dipakai karena ringan (lebih ringan daripada helm full face) dengan kontur yang mengikuti bentuk kepala, kupluk pada umumnya memiliki material yang hangat sehingga dapat mencegah hawa dingin menembus kepala yang terkadang dapat menyebabkan pusing.
Apabila kamu merasa kupluk berbahan rajutan sudah terlalu umum, maka kamu bisa memilih kupluk dengan bahan polyester fleece, yang dapat menyimpan panas di dalamnya. Satu hal yang perlu diingat dalam memakai kupluk, adalah jangan sekali-kali memadukan kupluk dengan sarung dan lampu senter. Ingat, kamu mau liburan musim dingin, bukan mau menawarkan vila di puncak.

3. Penutup Telinga

3. Penutup Telinga
3. Penutup Telinga

Telinga, mungkin saja adalah bagian tubuh saya yang paling sensitif terhadap suhu dan embusan angin. Saya selalu geli ketika pasangan meniup-niup telinga saya, selain itu, pernah juga saya nekat tidak memakai penutup telinga ketika bermain ski di China. Hasilnya, telinga saya pun menjadi merah dan sedikit kaku karena dingin.
Sejak saat itu, saya selalu membiasakan diri untuk memakai penutup telinga di musim dingin, kecuali ketika sedang bercumbu bersama pasangan. Apabila ingin terlihat lebih keren, SWAG, YOLO, BOOM!, dan DERR! kamu bisa mengganti penutup telinga dengan headphones Beat by Dre.

4. Lip Balm

4. Lip Balm
4. Lip Balm

Angin di musim dingin senantiasa mengembuskan hawa kering, sementara bibir (dan ujung jari) adalah bagian tubuh yang paling peka terhadap sentuhan. Untuk melindungi bibir dari kekeringan yang berujung bibir pecah-pecah hingga berdarah, kamu dapat menggunakan lip balm untuk memoles bibirmu, seperti contoh di bawah ini.
Pada awalnya, saya tidak mau menggunakan lip balm karena terkesan tidak macho dan membuat bibir nampak seperti habis makan gorengan. Namun setelah mendapatkan bibir kering pecah-pecah karena angin musim dingin dan kekasih yang jauh, kini saya selalu mengantungi lip balm apabila bepergian di musim dingin. Favorit saya, –selain bibir istri, tentu saja lip balm yang manly, rasa vanili.

5. Syal

5. Syal
5. Syal

Selain telinga, leher juga merupakan bagian tubuh saya yang sensitif, apalagi kalau terkena embusan hawa dingin, bisa-bisa saya langsung meriang dan terkena radang tenggorokan. Untuk mengatasinya, saya biasa menggunakan syal atau penutup leher yang memiliki nama keren ‘neck gaiter’.
Untuk syal atau penutup leher, pilihlah bahan yang dapat menghangatkan, seperti polyester fleece dengan teknologi thermal, wol, atau kashmir apabila mampu. Selain menghangatkan leher, syal dapat juga digunakan untuk menutup hidung dan mulut pada situasi tertentu, misalkan ketika sedang bepergian ke Bantar Gebang. Setelah membaca ini, saya harapkan kamu jadi mengetahui bahwa fungsi syal bukan hanya untuk menutupi bekas cupangan.

6. Sarung Tangan

6. Sarung Tangan
6. Sarung Tangan

Pada awal 2012, saya membeli sepasang sarung tangan berbahan rajut di Hong Kong. Sarung tangan tersebut cukup nyaman digunakan bahkan masih saya bawa untuk menikmati musim gugur di Jepang. Hingga akhirnya saya mencobanya untuk bermain salju di awal tahun ini. Hasilnya, suhu dingin ternyata tidak dapat dibendung oleh sarung tangan tersebut. Dan membuat tangan saya kaku kemerahan, kemudian sarung tangan menjadi basah dan lembap akibat hujan salju yang turun.
Kalau sekarang, saya menyarankan kamu untuk menggunakan sarung tangan yang berbahan kulit yang modis. Atau polyester fleece yang dapat kamu temukan dengan mudah di toko-toko outdoor kesayangan.
Apabila masih kedinginan, kamu dapat juga menggunakan dua jenis sarung tangan sekaligus. Seperti misalnya sarung tangan plastik yang biasa digunakan untuk kebutuhan dapur pada lapisan dalam guna mencegah hawa dingin menyentuh kulit. Sebelum melapisi dengan sarung tangan kulit di luarnya. Atau dapat juga gunakan sarung tangan rajutan nenek di lapisan dalamnya.

7. Sepatu Tebal

7. Sepatu Tebal
7. Sepatu Tebal

Untuk sepatu, saya menyarankan untuk menggunakan sepatu material tebal seperti kulit atau suede guna melindungimu dari hawa dingin. Dan percikan air yang mungkin menyapa kakimu. Khusus untuk musim dingin, buanglah sepatu Wakai kamu dan pakailah sepatu yang lebih tebal. Kamu juga dapat menambahkan lapisan sol di dalam sepatu agar kaki lebih hangat.
Selain itu, untuk mencegah air merembes ke dalam sepatu. Kamu dapat juga menyemprotkan cairan anti air ke lapisan terluar sepatu kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *